Jakarta, IH—Pasar modal Indonesia dapat berperan menghimpun dana masyarakat untuk lalu disalurkan ke bidang properti bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di situ, menentukan struktur biaya FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), perlu bantuan lembaga independen untuk menerapkan suku bunga yang lebih rendah, transparan, dan kredibel.
Maka, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Indonesia Bond Pricing Agency (IPBA) untuk hal tersebut.
“Kualitas skema pembiayaan perumahan ini dapat diperoleh tentunya dengan kajian dan data yang akurat di pasar modal yang tentunya hanya dapat diperoleh lewat kerja sama dengan IBPA,” kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, hari ini di Jakarta, dalam penandatanganan kerja sama itu.
Seperti ditulis situs resmi Kementerian PUPR, dia berkata bahwa selama ini pihaknya bekerja sama dengan perbankan. Sementara, perbankan menghitung sendiri penetapan suku bunga bersubsidi.
“Sehingga, kami memerlukan bantuan lembaga yang independen untuk menetapkan suku bunga yang lebih rendah, transparan dan kredibel,” katanya.
Sumber Foto Rumah Subsidi: Perumahanmurahbekasi.com
berita properti
Cari Struktur Biaya FLPP, Ini Langkah Kementerian PUPR
- by admin
- 13/10/2016
- 0 Comments
- Less than a minute
- 9 years ago
