Kerinduan untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan seni tari Indonesia melahirkan D3 Academy & Studio. Didirikan oleh tiga praktisi tari senior, Lusy Ekawati, Wiwiek Santoso, dan Rinda Soemarno, akademi ini hadir dengan misi mencetak generasi penari baru yang mampu tampil di panggung internasional tanpa meninggalkan akar budaya Nusantara.
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Dunia tari Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya D3 Academy & Studio, sebuah institusi yang memadukan pendidikan tari, pengembangan talenta, dan produksi konten kreatif dalam satu ekosistem profesional. Didirikan oleh tiga praktisi tari berpengalaman, Lusy Ekawati, Wiwiek Santoso, dan Rinda Soemarno, akademi ini lahir dari semangat untuk melanjutkan warisan para maestro seni tari Indonesia kepada generasi masa depan.
Lebih dari sekadar sanggar tari, D3 Academy & Studio hadir dengan visi besar: mencetak penari dan performer berkelas dunia yang mampu membawa seni budaya Indonesia tampil di panggung internasional maupun ruang digital global.
Executive Director D3 Academy & Studio, Lusy Ekawati, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya perjalanan institusi yang telah lama dicita-citakan tersebut.
“Kami bersyukur hari ini dapat memulai proyek besar ini. Mohon doa dan dukungannya agar perjalanan D3 Academy & Studio berjalan lancar serta memberikan manfaat yang luas bagi dunia seni dan generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menurut Lusy, meskipun persiapan akademi masih terus disempurnakan, tingginya antusiasme dan dukungan dari komunitas tari membuat pihaknya memutuskan untuk segera memulai operasional.
D3 Academy & Studio berawal dari pertemuan silaturahmi komunitas tari yang mempertemukan para alumni Padepokan Tari Bagong Kussudiardja dan LKB Saraswati di bawah bimbingan I Gusti Kompyang Raka. Dari pertemuan tersebut muncul kerinduan yang sama untuk kembali membangun ruang belajar tari yang profesional sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
“Kerinduan kami yang mendalam untuk kembali menari, membangun akademi yang profesional, dan melanjutkan pesan para guru kami agar generasi masa kini memiliki kesempatan tampil di pentas dunia,” kata Lusy.
Baca Juga: Sajian Indonesia Modern SEMAJA Memukau Para Penikmat Kuliner di Amsterdam dan Brussels
Ia menegaskan bahwa D3 Academy & Studio didirikan untuk memastikan nilai, pengetahuan, dan warisan seni yang mereka terima tidak berhenti pada generasi saat ini.
“Apa yang diwariskan para guru kepada kami ingin kami teruskan kepada generasi berikutnya. Kami ingin melanjutkan warisan tersebut melalui ekosistem yang kuat, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masa kini. Kami ingin mencetak bintang-bintang tari kelas dunia,” tegasnya.
Mengajarkan Tari dengan Metode Modern dan Profesional
Direktur sekaligus Koreografer Tari Tradisional D3 Academy & Studio, Wiwiek Santoso, menjelaskan bahwa akademi ini mengusung pendekatan pembelajaran yang berbeda dari sanggar tari konvensional.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai penari profesional, pengajar, dan koreografer, Wiwiek menilai pelestarian tari tradisional membutuhkan sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan profesional.
“Bersama D3 Academy & Studio, kami ingin mengajarkan tari dengan metode yang modern, sistematis, profesional, dan bersertifikat. Tari tradisional adalah warisan bangsa yang sangat berharga dan harus dijaga keberlanjutannya dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Baca Juga: Prambanan Shiva Festival Didorong Jadi Agenda Unggulan Pariwisata Nasional
Menurut Wiwiek, salah satu keunggulan D3 Academy & Studio adalah penekanan pada pengalaman praktik dan kesempatan tampil di atas panggung.
“Kami percaya bahwa belajar tari tidak cukup hanya melalui latihan di studio. Karena itu, kami memberikan porsi besar pada praktik dan pengalaman pentas. Kami percaya setiap orang memiliki potensi menjadi bintang, dan tugas kami adalah melatih, membimbing, serta mengantarkan mereka menuju panggung yang lebih besar,” tambahnya.
Menjawab Era Digital dan Generasi Kreatif
Sementara itu, Rinda Soemarno, Direktur Koreografer Tari Modern D3 Academy & Studio, melihat bahwa perkembangan dunia digital telah membuka peluang baru bagi seni tari untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia tari, termasuk sepuluh tahun berkarya di Amerika Serikat saat bertugas sebagai diplomat Indonesia di Washington DC, Rinda memahami bagaimana seni pertunjukan dapat berkembang melalui pemanfaatan media digital.
“Saat ini tari menjadi salah satu media ekspresi yang sangat diminati generasi muda. Melalui tari, mereka dapat membangun kepercayaan diri, berekspresi, tampil di berbagai panggung, bahkan dikenal dunia melalui media sosial,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, D3 Academy & Studio menghadirkan berbagai program pengembangan talenta yang dirancang untuk membentuk performer profesional sekaligus kreator konten yang mampu bersaing di era digital.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah Foreigners Class for Mastering Traditional Dances, sebuah kelas khusus bagi wisatawan mancanegara, diplomat, ekspatriat, dan profesional asing yang tinggal atau bekerja di Indonesia.
Baca Juga: Hadir di Kota Lama, SKOLA Tawarkan Destinasi Kuliner Baru di Semarang
“D3 Academy & Studio ingin memberikan pengalaman yang unik. Peserta akan dilatih dari nol hingga mampu menguasai tarian tradisional, tampil percaya diri di depan publik, bahkan memiliki peluang untuk dikenal melalui platform digital hanya dalam waktu satu bulan,” jelas Rinda.
Untuk mendukung program tersebut, D3 Academy & Studio menyiapkan instruktur yang fasih berbahasa Inggris sehingga proses pembelajaran dapat diikuti peserta internasional secara optimal.
Tidak hanya fokus pada pendidikan, D3 Academy & Studio juga menargetkan diri menjadi pusat produksi konten kreatif berbasis seni tari. Menurut Rinda, ruang digital saat ini membutuhkan lebih banyak konten edukatif dan berkualitas yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
“Kami ingin menjadi pabrik konten tari yang produktif dan edukatif. Seni tari Indonesia memiliki kekayaan luar biasa yang layak mendapatkan panggung lebih luas di dunia digital,” ujarnya.
Melalui berbagai produksi kreatif yang akan dikembangkan, D3 Academy & Studio berharap dapat memperkuat eksistensi seni tari Indonesia di tingkat internasional sekaligus menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya bangsa.
Menyalakan Kembali Obor Warisan Para Guru
Pada kesempatan yang sama, ketiga pendiri D3 Academy & Studio menyampaikan apresiasi kepada komunitas tari Indonesia yang telah memberikan dukungan nyata terhadap lahirnya akademi tersebut.
Mereka juga menyampaikan penghormatan kepada para guru yang telah membentuk perjalanan mereka sebagai seniman dan pendidik. “Guru-guru kami tidak hanya mengajarkan teknik menari, tetapi juga mengajarkan makna kehidupan melalui seni. Kami selalu mengingat pesan bahwa tari bukan sekadar gerakan. Tari adalah gelora kehidupan. Tari adalah doa yang digerakkan.”
Berbekal semangat tersebut, D3 Academy & Studio berkomitmen untuk terus menjaga, mengembangkan, dan meneruskan warisan seni tari Indonesia kepada generasi berikutnya. “Obor warisan itu kini kami nyalakan kembali melalui D3 Academy & Studio Jakarta,” pungkas Lucy, Wiwiek dan Rinda. (zh1).

