
Jakarta, IH—Pengembang properti PT Binakarya Jaya Abadi, Tbk., punya tiga sumber dana untuk 19 proyek properti yang dalam perencanaan atau telah diserahterimakan. Sumber tersebut adalah dana perbankan, hasil penjualan unit properti ke konsumen, dan peningkatan modal kepada anak perusahaan.
Hal ini dijelaskan oleh Direktur Utama Binakarya Jaya Abadi, Budianto Halim, di Jakarta kemarin.
Menjawab pertanyaan dari otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Budianto dalam keterbukaan informasi mengatakan: porsi dana perbankan mencapai 70%. Adapun porsi dana penjualan unit properti dan peningkatan modal ke anak perusahaan, sebesar 30%.
“Dalam lima tahun ini, untuk pembiayaan beberapa proyek dalam pengembangan atau juga perencanaan, kami memerlukan dana sekitar Rp 1,5 triliun,” kata Budianto.
Di semester kedua tahun 2016, Binakarya merencanakan meluncurkan penjualan kawasan landed house di Cijengkol, Bekasi, Jawa Barat. Itu melalui salah satu anak perusahaan, yakni PT Mitragama Intiperkasa.
Budianto pun mengatakan, pembangunan Swis-Belhotel Arjuna di Bali ditargetkan selesai akhir tahun 2016 ini. Adapun operasional hotel tersebut ditargetkan mulai di tahun 2017.
Berdasarkan catatan Majalah Indonesia Housing, Binakarya Jaya merupakan pengembang Bekasi Town Square, Pluit Sea View, Victorian Bintaro, Gateway Pasteur Apartment, dan lain-lain. (Dhi)
Upload: Dhi

29 Comments