Jakarta, IH—Tingkat keberhasilan transaksi properti hunian primer menengah ke atas melalui NUP (nomor urut pembelian) yang dibeli broker properti, kini cenderung menurun. Kalau bisa mencapai 20%-an, itu sudah terbilang bagus.
Demikian dikatakan seorang broker properti senior, belum lama ini di Jakarta, dalam perbincangan dengan wartawan Majalah Indonesia Housing.
Penyebab menurunnya tingkat keberhasilan itu yakni perlambatan pasar properti menengah ke atas.
Dia mengatakan, terkait melambatnya pasar properti menengah ke atas, kalangan developer banyak memberikan keringanan dalam hal NUP. Antara lain, kalau dulu uang yang disetorkan untuk mendapatkan NUP tidak bisa dikembalikan, sekarang bisa.
Dalam kondisi seperti sekarang, NUP sebenarnya lebih berperan sebagai pencitraan positif untuk sebuah proyek properti. Dengan larisnya NUP, muncullah kesan bahwa satu proyek properti, laris.
“Kalau di masa ramainya pasar, tentu NUP tidak terlalu signifikan untuk ada. Toh tanpa NUP, orang ramai mengantre mendapatkan properti baru,” kata dia.
Sementara, dalam percakapan dengan wartawan Majalah Indonesia Housing, sejumlah konsultan berpendapat bahwa pasar properti tersebut sudah mulai tumbuh kembali.
“Semester kedua 2016 ini, pertumbuhan sudah terjadi,” kata seorang dari mereka.
Sumber Ilustrasi Rumah Dijual: Istimewa
