SORONG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau dan meresmikan dua proyek perumahan bersubsidi yang dibangun pengembang di Provinsi Papua Barat. Kedua proyek tersebut adalah Green Sorong di Kabupaten Sorong dan Green Daam Residence di Kabupaten Raja Ampat. Keduanya dibangun oleh PT Bastem Kanna, anggota Realestat Indonesia (REI).
Menteri Basuki menegaskan komitmen pemerintah terhadap penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah-wilayah terpencil di luar Pulau Jawa, termasuk di Provinsi Papua Barat. Hal itu sejalan dengan penerapan visi Nawacita yang digalakkan Presiden Joko Widodo melalui pembangunan Indonesia dari pinggiran.
“Dari tiga kebutuhan pokok manusia yakni sandang, pangan dan papan, saat ini baru sandang dan pangan yang dapat dipenuhi dengan baik. Sedangkan untuk papan, kita perlu bekerja lebih keras mengingat antara kebutuhan dan pasokan di lapangan masih belum sesuai,” kata Menteri PUPR saat meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Perumahan Green Sorong di Desa Mariyat, Kabupaten Sorong, akhir pekan lalu. Jumat (2/9/2016)
Menurut dia, pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah rakyat sendirian, sehingga dirinya berterimakasih kepada PT Bastem Kanna yang ikut membantu mewujudkan Program Sejuta Rumah (PSR) di Provinsi Papua Barat.
Pemerintah pusat, ungkap Basuki, akan membantu pengembang untuk merealisasikan pembangunan perumahan bersubsidi di daerah-daerah pinggiran melalui pemberian bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan. Dia juga meminta pemerintah daerah komit memberikan dukungan dengan mempermudah proses perizinan rumah bersubsidi.
Membantu Pemerintah
Presiden Komisaris PT Bastem Kanna, Soelaeman Soemawinata mengungkapkan pembangunan rumah subsidi bagi MBR di Provinsi Papua Barat merupakan bukti komitmen perusahaan anggota REI tersebut untuk membantu program pemerintah menyediakan hunian bagi rakyat berpenghasilan rendah, sekaligus mewujudkan semangat Nawacita untuk menggerakkan pembangunan dari pinggiran (di luar Pulau Jawa).
“Kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Menteri PUPR yang sudah berkenan meninjau langsung ke lokasi dan meresmikan pembangunan dua proyek perumahan subsidi PT Bastem Kanna di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat. Apalagi ini masih dalam suasana Hari Perumahan Nasional (Hapernas),” ujar Soelaeman yang juga Calon Ketua Umum DPP REI periode 2016-2019.
Menurut pengusaha yang juga memiliki sejumlah proyek properti di Jakarta, Jawa Barat dan Medan itu, di Perumahan Green Sorong total lahan yang akan dikembangkan mencapai 50 hektare. Tahap awal akan dibangun sebanyak 1.000 unit rumah bersubsidi (dari target 3.000 unit) dengan harga sesuai ketentuan pemerintah yakni Rp 183,5 juta per unit untuk tipe 36/150. Pasar yang dibidik antara lain PNS, TNI/Polri dan masyarakat umum lainnya.
Esok harinya (3/9/2016), Menteri PUPR juga meninjau lokasi proyek Perumahaan Green Daam Residence seluas 35 hektare di Desa Warsambing, Kabupaten Raja Ampat yang dikembangkan PT Bastem Kanna. Di lokasi tersebut akan dibangun sebanyak 2.000 unit rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah terutama aparat negara seperti PNS dan TNI/Polri di kabupaten baru tersebut.
“Tahap awal akan dibangun 1.000 unit rumah, dan 550 unit diantaranya sudah terjual,” ungkap Soelaeman yang sudah hampir 32 tahun berkecimpung di bisnis properti.
Di Kabupaten Raja Ampat saat ini sedikitnya ada 7.500 orang PNS, sehingga kebutuhan rumah di daerah pulau tersebut cukup tinggi. Sementara pengembang yang mau masuk berinvestasi membangun rumah subsidi ke Raja Ampat hampir tidak ada. Menurut Soelaeman, antusiasme PNS pembeli rumah di Green Daam Residence sangat tinggi, bahkan ada desakan agar pembangunan secepatnya dilakukan agar dapat dihuni.
“Sebagian besar PNS di Raja Ampat itu masih tinggal di Sorong, dan sisanya mengontrak kamar di Raja Ampat dengan tarif mahal, sehingga mereka berharap dapat memiliki rumah sendiri,” ujar dia.
Masyarakat yang membeli di kedua perumahan tersebut akan mendapatkan subsidi melalui KPR-FLPP dengan suku bunga 5% berjangka waktu (tenor) kredit hingga 20 tahun. (ZH)
berita properti
Menteri Basuki Resmikan Dua Perumahan Bersubsidi di Papua Barat
- by admin
- 08/09/2016
- 2 Comments
- 2 minutes read
- 10 years ago

2 Comments