Jakarta, IH—Direktur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), Maurin Sitorus, mengatakan di Jakarta kemarin, bahwa perpindahan penduduk dari desa ke kota, berlangsung tiap tahun. Angkanya mencapai sekitar 3,2 juta orang per tahun.
“Dan hal itu menimbulkan kebutuhan rumah baru, yang per tahun mencapai 800.000 sampai 900.000 unit,” kata Sitorus saat memberikan sambutan, di pembukaan Jakarta Property Week 2016 yang digelar situs Rumah123.com.
Sitorus berkata, permasalahan perumahan di Indonesia memang sangat serius. Angka kekurangan pasokan rumah, saat ini masih di kisaran 11,4 juta unit.
“Di samping itu, kita bersua dengan persoalan rumah yang tidak layak huni, bukan?” dia beretorika.
Dari 250 juta jiwa warga Indonesia, sebanyak 10% tidak bisa membeli atau menyewa rumah. Di sini, pemerintah Indonesia wajib menyediakan hunian buat mereka.
Kemudian, 20% tidak mampu membeli tapi hanya mampu menyewa. Pembayarannya pun kadang tidak bisa lancar. Maka pemerintah Indonesia menyediakan rumah susun murah atau juga rumah khusus.
Sebanyak 40% masyarakat, daya belinya terbatas, dan inilah yang disebut masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka ini dibantu melalui Program Sejuta Rumah.
“Sementara, yang 30% lagi, tidak perlu dibantu lagi dalam pemilikan rumah. Pemerintah sebatas menggelar regulasi seperti melalui konsep hunian berimbang,” kata dia lagi.
Sumber Foto Maurin Sitorus: Pemeriksaanpajak.com
berita properti
Perpindahan ke Kota Picu Kebutuhan 900.000 Rumah
- by admin
- 09/09/2016
- 0 Comments
- Less than a minute
- 10 years ago
