berita properti

Menuju REI 1, Eman Fokus Atasi Pendanaan Pengembang di Daerah

Jakarta—IH: Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Banten, Soelaeman Soemawinata, akhirnya resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua Umum DPP REI periode 2016-2019. Diantar puluhan pendukungnya dari berbagai daerah, dia menyerahkan berkas persyaratan lengkap kepada Tim Penjaringan Ketua Umum DPP REI yang diketuai Adri Istambul Lingga Gayo, Jumat (26/8/2016).
Kepada sejumlah wartawan , Eman (demikian dia akrab dipanggil) mengaku mendaftarkan diri ikut dalam proses demokrasi pemilihan Ketua Umum REI bukan sekadar untuk gagah-gagahan atau mengejar kekuasaan, tetapi berlandaskan panggilan jiwanya untuk mewakafkan diri mengurus seluruh anggota REI dari Sabang sampai Merauke. Menurut dia, setiap orang mempunyai keinginan untuk total mengabdi bagi komunitasnya termasuk dirinya.
“Saat berkunjung ke daerah-daerah saya mendengarkan banyak sekali harapan dari teman-teman supaya saya maju menjadi Calon Ketua Umum REI untuk tiga tahun ke depan. Panggilan nurani saya pun semakin bergaung untuk ikut membesarkan REI,” ungkap Eman kepada wartawan usai penyerahan berkas di Kantor DPP REI di Simprug, Jakarta Selatan.
Sebagai kader REI sejak 1998, Komisaris PT Delta Mega Persada (Alam Sutera Group) itu menegaskan keteguhan dan kesiapan dirinya memimpin sekitar 3.000 perusahaan properti yang bernaung di bawah REI tanpa memandang mereka pengembang besar maupun pengembang kecil. Dia berjanji tidak akan membuat perbedaan dan sekat antara pengembang kecil di daerah dan pengembang besar nasional. Keduanya akan diberi porsi perhatian yang sama, mengingat Eman berasal dari pengembang besar namun juga memiliki beberapa perusahaan properti yang membangun rumah sederhana.
Alumni Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Magister Manajemen dari Prasetiya Mulya tersebut memiliki visi untuk membawa REI menjadi organisasi yang lebih berwibawa, bermanfaat untuk anggota serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara. Ditegaskan industri properti merupakan garda terdepan pembangunan nasional sehingga layak diberi perhatian lebih oleh pemerintah.
Eman mengaku sudah berkeliling ke 28 daerah di Indonesia dan menemukan adanya gap kebutuhan antara pengembang di daerah dan di Jakarta. Dimana pengembang di setiap daerah hanya berpikir sederhana bagaimana agar usahanya tumbuh dan tetap berjalan. Oleh karena itu, kalau dipercaya anggota REI pada tahun pertama dia berjanji akan menuntaskan kendala pendanaan pengembang di daerah.
“Fokus kerja saya adalah terkait pendanaan pengembang di daerah terutama pengembang RSh. Satu tahun pertama jangan sampai ada pengembang yang kreditnya macet di daerah, saya akan all out untuk masalah ini, ” ujar sosok yang aktif menjadi pembicara dalam berbagai diskusi terkait permukiman dan perkotaan tersebut.
Caranya dengan mensinergikan bank daerah dengan bank nasional seperti Bank Tabungan Negara (BTN) yang memiliki pengalaman dalam penyaluran kredit di sektor properti. Sebagai asosiasi pengembang yang terbesar dan tertua di Indonesia, Eman sangat yakin REI memiliki posisi tawar untuk mendorong perbankan mendukung pendanaan pengembang-pengembang kecil di daerah.
Selain itu, dia tidak akan ragu-ragu untuk ikut berjuang membangun komunikasi yang baik antar pengurus REI di setiap daerah dengan kepala cabang perbankan setempat.
Jaga Persaudaraan
Wakil Ketua Tim Penjaringan yang juga Anggota Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) REI, Alwi Bagir Mulachela dalam kesempatan itu kembali menegaskan pentingnya tetap menjaga rasa persaudaraan di REI meski setiap tiga tahun sekali ada agenda suksesi pemilihan Ketua Umum REI.
“Setelah Munas nanti kembalilah menjadi anggota REI kembali, bersatu kembali. Berpolitik cukup tiga tahun sekali, setelah itu kembali bersatu mengurus bisnis ini,” pesan Bagir.
Senior REI ini menyampaikan rasa senang karena masih ada orang yang berminat dan bersedia menjadi Ketua Umum REI dengan mengikhlaskan waktu, tenaga dan materi untuk kepentingan anggota asoasiasi tersebut. Artinya, menurut dia, REI masih eksis dan menjadi tumpuan harapan bagi anggotanya.
“Sebagai senior saya kenal Pak Eman dengan baik dari dulu. Ini menunjukkan REI sebagai organisasi yang dewasa dimana setiap anggota yang punya kemampuan dan bersedia untuk maju memimpin REI,” tegas Bagir. (**)

29 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *