NEWS

Pasar Apartemen Sewa di Jakarta Mulai Pulih

Apartemen sewa

Arus kedatangan Warga Negara Asing (WNA), pemulihan sektor-sektor ekonomi domestik, dan staycation menjadikan kumulasi faktor yang mempengaruhi perbaikan performa sub sektor apartemen sewa di Jakarta. (Foto:ilustrasi/zh).

JAKARTA, www.indonesiahousing.id – PASAR apartemen sewa di Jakarta pada tahun 2024 ini terus membaik dan diyakini semakin prospektif. Hal ini terlihat dari peforma sub sektor apartemen sewa pada semester kedua tahun 2023 lalu. Setidaknya dapat dideteksi dari dua kali (semester) peningkatan keterisian ruang di sepanjang tahun 2023.

Menurut laporan dari Knight Frank Indonesia, arus kedatangan Warga Negara Asing (WNA), pemulihan sektor-sektor ekonomi domestik, dan staycation menjadikan kumulasi faktor yang mempengaruhi perbaikan performa sub sektor apartemen sewa di Jakarta saat ini.

Baca Juga: Gandeng BNI, Apartemen Aerium Residence Tawarkan Seabrek Promo Menarik

Knight Frank Indonesia juga melihat, performa submarket Central Business District (CBD) berada di atas rata-rata submarket lainnya. Diikuti dengan harga sewa tertinggi di submarket tersebut.

Dari data Knight Frank Indonesia yang dirilis pada Rabu, (21/2/2024), total pasokan apartemen bertambah menjadi 9.870 unit, tercatat 2 proyek baru masuk pasar dari submarket CBD.

Baca Juga: Apartemen Peraih FIABCI Award Ini Menjadi Hunian Favorit Mahasiswa Internasional

Seiring dengan itu, rerata tingkat penyewaan kembali meningkat dari semester lalu, yaitu sekitar 63,04%, dan Rerata harga sewa mengalami perbaikan, diindikasikan melalui rerata peningkatan harga sebesar 3,8% (yoy).

Knight Frank Indonesia juga mencatat sebanyak 1.879 unit baru yang akan masuk kepasar hingga tahun 2028, dengan 42%-nya akan masuk pasar di tahun ini.

Sementara itu dari perspektif lokasi, Submarket Central Business District (CBD) masih menjadi area dengan stok hunian jangkung sewa terbesar di Jakarta.

Baca Juga: Sinar Mas Land Gandeng Investor Jepang Kembangkan Office Portfolio Partnership di Jakarta CBD Area

Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, menyebutkan, meski tahun politik, setidaknya beberapa pengembang tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek apartemen sewa di Jakarta pada akhir tahun ini.

“Hal ini mengirimkan pesan optimis dari pelaku properti ke entitas pasar properti di Indonesia. Meski demikian, pada dasarnya pasar apartemen sewa membutuhkan performa lebih tinggi seperti halnya yang pernah dicapai pada sekitar tahun 2012- 2013, agar dapat memperluas trickling down effect,” ujar Willson Kalip. (zh1)

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *