Banten memiliki potensi yang sangat besar. Selain lokasinya berdekatan dengan Jakarta, kawasan ini memiliki pangsa pasar yang sangat besar.
INDONESIA HOUSING.ID, Banten— Setelah sempat melambat sejak dua tahun terakhir akibat Pandemi Covid-19, Pelaku bisnis properti, khususnya sektor perumahan di Provinsi Banten optimis tahun 2022 ini akan kembali normal. Keyakinan itu terlihat dari dari banyaknya pengembang yang mulai aktif membangun kembali kawasan perumahan yang pada tahun lalu bisa dikatakan sempat tertidur.
“Patut disyukuri kondisi sekarang ini sudah mulai berangsur pulih. Hal ini bisa kita lihat dari aktifitas beberapa pengembang yang sebelumnya sempat “bertapa”, tapi sekarang mereka mulai bangkit lagi. Alasannya, selain faktor perekonomian mulai berangsur pulih, insentif-insentif yang diberikan pemerintah juga sangat berperan,” ungkap Roni Hadiriyanto Adali, Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Banten.
Baca Juga : Pengembang Beberkan Kendala Sektor Perumahan di 2022
Roni juga mengungkapkan, bergairahnya industri perumahan di Banten juga bisa dilihat dari grafik keanggotaan di DPD REI Banten yang beberapa bulan terakhir meningkat tajam. “Memang pada awal-awal pandemi jumlah anggota DPD REI Banten turun dari dari 180 anggota menjadi 162 anggota aktif. Tapi kuartal III 2021, jumlahnya meningkat signifikan menjadi 200 an lebih. Jumlah Ini adalah yang terbesar selama DPD REI Banten ada,” imbuhnya.
Ia pun optimis, ke depan Properti khususnya perumahan di Banten akan lebih bergairah lagi. Saat ini saja, Provinsi Banten menjadi provinsi ke 3 yang penyerapan rumah bersubsidi terbesar nasional, di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur. “Banten memiliki potensi yang sangat besar. Selain lokasinya berdekatan dengan Jakarta, kawasan ini memiliki pangsa yang sangat besar. Banten juga memiliki lahan yang masih luas, dengan harga yang masih realtif terjangkau. Hal ini ditunjang lagi dengan maraknya pembangunan infrastrukur jalan oleh pemerintah Presiden Jokowi sekarang ini,” terang Roni.
Dikelilingi Kawasan Industri
Mulai meningkatnya permintaan akan hunian di kawasan Banten juga diakui oleh Liley Brand Manager PT Pradipta Ratnapratala, Pengembang Griya Waringin Indah. Menurut Liley, potensi Banten dengan ratusan ribu karyawan yang bekerja di kawasan industri, menjadi pasar utama perumahan-perumahan yang ada di Banten, terutama yang ada disekitar Cilegon dan Serang.
“Seperti perumahan Griya Waringin Indah yang kami kembangkan ini. Mayoritas pembelinya adalah para pekerja dan profesional yang bekerja di kawasan industri yang ada di sekitar perumahan ini,” tutur Liley.
Baca Juga: Pengembang Beberkan Kendala Sektor Perumahan di 2022
Baca Juga: Berkah Infrastruktur untuk Properti Sentul
Perumahan Griya Waringin Indah sendiri merupakan hunian berlokasi di perbatasan Serang dan Cilegon, tepatnya di Jalan N.Kramatwatu, Waringinkurung, Sukadalem, Kab.Serang-Banten. Perumahan seluas 16 hektar yang dikembangkan PT Pradipta Ratnapratala ini memasarkan beragam hunian, mulai rumah bersubsidi dengan luas bangunan 30/60 yang banderol Rp150 juta, hingga hunian komersial seharga Rp300 jutaan.
“Belakangan ini penjualan kami cukup bagus. Tidak hanya untuk rumah bersubsidi, tapi juga untuk hunian komersial. Perumahan ini memang punya beberapa keunggulan. Selain lokasinya strategis, fasilitas yang akan kami bagun juga cukup lengkap, mulai dari sarana pendidikan, komersial, sarana ibadah dan sarana olahraga. Selain itu, dengan harga yang terjangkau, kami menghadirkan hunian dengan kualitas prima ,” pungkas Liley berpromosi. (ZH01)


32 Comments