Pembiayaan

Pemerintah Matangkan Roadmap Perumahan Nasional, Kejar Target 3 Juta Rumah

Roadmap Perumahan

Roadmap Perumahan Nasional Dimatangkan: Pemerintah memperkuat ekosistem perumahan nasional untuk mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah. Melalui sinergi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian PPN/Bappenas, dan BP Tapera, pemerintah mematangkan peta jalan pembangunan perumahan (Roadmap) yang mencakup penguatan data kebutuhan hunian, akses pembiayaan, penyediaan rumah, serta kolaborasi dengan pengembang dan perbankan agar masyarakat semakin mudah memperoleh hunian layak. (Foto: Rumah subsidi/Ilustrasi).

JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID– Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memperkuat sinergi dalam pembahasan roadmap pembangunan perumahan nasional guna mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah.

Pertemuan tersebut membahas strategi pembangunan sektor perumahan, penguatan ekosistem hunian, peningkatan akses pembiayaan, serta kolaborasi lintas sektor dalam penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya berfokus pada pencapaian jumlah rumah, tetapi juga membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, swasta, pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat.

Menurut Maruarar Sirait, sektor perumahan juga memiliki peran dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan industri pendukung, termasuk pelaku UMKM material bangunan.

“Pembangunan perumahan bukan hanya mengejar target realisasi pencapaian, tetapi bagaimana kita membangun ekosistem,” ujar Maruarar Sirait.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan sektor perumahan membutuhkan strategi, kebijakan, dan program yang jelas agar mampu menjawab tantangan kebutuhan hunian masyarakat.

Baca Juga: Sisa Tiga Bulan, BP Tapera Genjot Target Pembiayaan Perumahan

Menurut Rachmat Pambudy, penyelesaian persoalan perumahan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi membutuhkan ekosistem yang menghubungkan berbagai pihak.

“Kalau kita punya strategi, kita punya kebijakan, maka programnya akan ikut. Dengan strategi dan program yang jelas, capaian pembangunan bisa didorong,” ujar Rachmat Pambudy.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan Satu Data Indonesia untuk mendukung perencanaan pembangunan perumahan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pemetaan kebutuhan rumah, lokasi pembangunan, hingga penerima manfaat.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa BP Tapera terus memperkuat ekosistem perumahan melalui integrasi antara sisi permintaan masyarakat, penyediaan rumah, dan pembiayaan.

“Perumahan ini bukan hanya mengejar target realisasi pencapaian RPJMN atau rencana pemerintah untuk pencapaian tiga juta rumah, tetapi juga membangun ekosistem,” ujar Heru Pudyo Nugroho.

Heru menjelaskan, BP Tapera mengembangkan ekosistem digital perumahan yang menghubungkan tiga komponen utama, yaitu demand (permintaan), supply (penyediaan rumah), dan financing (pembiayaan).

Dari sisi permintaan, BP Tapera menghadirkan Tapera Mobile. Dari sisi penyediaan rumah, BP Tapera mengembangkan SiKumbang sebagai marketplace perumahan yang memungkinkan pengembang mengunggah informasi rumah subsidi maupun rumah komersial. Sementara dari sisi pembiayaan, BP Tapera menjalankan program KPR Sejahtera FLPP bersama perbankan penyalur.

“Ketiga komponen tersebut kita satukan dalam satu ekosistem digital. Ada Tapera Mobile untuk sisi demand, SiKumbang dari sisi penyediaan rumah, dan FLPP dari sisi financing,” jelas Heru.

Baca Juga: Program 3 Juta Rumah: Ambisi Besar, Regulasi Kompleks, dan Tantangan di Lapangan

Heru menyampaikan bahwa realisasi KPR Sejahtera FLPP Tahun 2026 telah mencapai 181.307 unit rumah subsidi dengan nilai pembiayaan sebesar Rp22,6 triliun melalui dukungan 39 bank penyalur.

Ia menambahkan, BP Tapera terus melakukan percepatan melalui kolaborasi dengan pengembang dan perbankan, termasuk mendorong peningkatan kapasitas produksi rumah subsidi.

“Untuk mencapai target hingga akhir tahun, kami melakukan kolaborasi, bukan hanya dari sisi marketing, tetapi juga bagaimana mendorong teman-teman pengembang agar mempercepat lagi sisi produksinya,” kata Heru.

Melalui sinergi antara Kementerian PKP, Bappenas, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah berharap ekosistem perumahan semakin kuat sehingga Program Tiga Juta Rumah dapat berjalan optimal dan memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. (QQ-2).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *