Paulus Totok Lusida, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI). (foto: istimewa)
Saat ini masih banyak ASN-PNS yang masuk golongan berpendapatan “nanggung” yang artinya pendapatan di atas Rp7 juta take home pay, namun belum masuk kelas menengah dan tidak masuk golongan MBR ( masyarakat berpenghasilan rendah).
INDONESIAHOUSING.ID, Jakarta— Banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) – Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang hingga saat ini masih belum memiliki rumah pertamanya, menjadi perhatian serius bagi berbagai kalangan. Betapa tidak, diperkirakan dari sekitar 4 juta-an ASN-PNS di tanah air, hampir separuhnya belum memiliki tempat tinggal sendiri.

Ada berbagai persoalan dalam penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi ASN-PNS tersebut. Antara lain belum adanya skema pembiayaan yang tepat dan bisa menjangkau para aparatur sipil negara – Pegawai Negeri Sipil tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Berharap Helpdesk Perizinan REI Bisa Jadi Role Model
”Saat ini masih banyak ASN-PNS yang masuk golongan berpendapatan “nanggung” yang artinya pendapatan di atas Rp7 juta take home pay, namun belum masuk kelas menengah dan tidak masuk golongan MBR ( masyarakat berpenghasilan rendah), juga beli lewat sistem KPR tidak sesuai syarat, sehingga banyak yang belum mempunyai rumah,” ungkap Totok Lusida, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), melalui akun Instagram @totok.lusida Senin, (27/2/2023).
Untuk itu, Totok menjelaskan, ada “Jurus Jitu” agar ASN-PNS dapat memiliki rumah adalah dengan dibangunnya perumahan Tapera Plus (perumahan subsidi plus).
Baca Juga: Presiden Jokowi Sambut Baik Helpdesk Perizinan REI
“Harga rumah Rp 300 juta dengan sistem KPR, tidak bayar PPN dan juga PPh 1%, namun dengan bunga yang floating, bunga market. Beda dengan MBR yang bunganya juga disubsidi pemerintah 5%,” jelas Totok yang juga merupakan Ketua Dewan Pakar DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Dengan begitu, sambung Totok, salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah dalam ‘merumahkan’ ASN-PNS bisa teratasi. “Dan yang pasti, akan semakin banyak ASN-PNS yang dapat memiliki hunian dan juga pertumbuhan di sektor properti yang terjadi saat ini bisa terus berlanjut dan semakin maksimal,” pungkasnya. (zh1)

