Ada optimisme di tubuh Bank Sulselbar memasuki pertengahan tahun 2016. Menanggapi pasar properti yang mulai bergairah, bank ini dilansir juga akan serius masuk ke pembiayaan properti.
Bukan tanpa sebab jika Bank Sulselbar yang selama ini terkesan cuek terhadap pembiayaan properti, kini justru mulai melirik segmen tersebut. Ini bisa dimaklumi karena awal tahun ini saja, kabarnya pertumbuhan properti di Sulawesi Selatan diperkirakan mencapai 10 persen (pangsa pasar menenah atas). Konon, peningkatan juga terjadi pada pasar perumahan kelas menengah bawah. Khususnya untuk rumah tapak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ekonomi yang cenderung stabil menjadi pemicu pergerakan sektor properti di Sulawesi Selatan. Hal itu juga diikuti oleh pertumbuhan inftastruktur dan kebijakan terkait perumahan yang memang mendukung bangkitnya sektor properti. Kendati demikian, diakui bahwa tahun lalu memang ada perlambatan di perumahan untuk kelompok MBR.
Lalu bagaimana dengan dukungan sektor pembiayaan? Jika selama ini sejumlah bank nasional cukup getol menggarap pasar itu, kini bank lokal (Bank Sulselbar) menyatakan kesiapannya untuk ikut masuk ke ceruk pasar yang cukup seksi itu. Hal ini terungkap dari wawancara khusus Indonesia Housing dengan Rosmala Arifin, Direktur Pemasaran Bank Sulselbar di kantornya. Menurut Rosmala, pihaknya sudah melakukan persiapan untuk masuk ke pembiayaan properti di Sulawesi Selatan.
“KPR Bank Sulselbar ada, hanya melambat dalam beberapa tahun terakhir karena ada historical yang kita perbaiki. Nah kemarin kita habis meeting dengan Dirut dan kita akan menggenjot lagi KPR,” ungkap Rosmala yakin. Katanya, selama ini yang aktif menangan KPR memang Bank Sulselbar Syariah.
Namun 2016 ini KPR bank konvensionalnya akan dijalankan lagi. “Sudah ada developer juga yang mau kerja sama,” tandasnya. Rosmala menambahkan bahwa pihaknya juga sudah bertemu dengan pihak Kementereian Perumahan dan menjelaskan tentang perumahan dalam rangka menjalankan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) . “Saat ini kita sedang menyiapkan dokumen-dokumen. Kalau sudah ok, kita juga akan menyalurkan itu dan kita sudah menyatakan minat untuk itu,” ujarnya.
Bank Sulselbar sendiri menurut Rosmala melihat potensi properti makassar yang begitu besar. Terutama di segmen menengah ke bawah. Makanya Sulselbar juga terdorong untuk ikut menyalurkan FLPP. “Pertama kita komitmen dan wajib mensukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. Kedua kita melihat prospeknya memang bagus dan permintaan pasar ke kami masih sangat besar,” ujarnya mantap.
Pembiayaan
Potensi Besar Pembiayaan Properti
- by admin
- 10/08/2016
- 26 Comments
- 1 minute read
- 10 years ago

26 Comments