berita properti

Sudah Bangun 60.000 Rumah, Apersi Pesimiskan Target

Jakarta, IH— Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sudah membangun sekitar 60.000 unit rumah subsidi di Januari sampai Oktober tahun 2016 ini. Sementara itu, target tahun ini di 100.000 unit.
“Sudah tercapai 60%-an. Tapi, kami tidak meyakini bahwa target 100.000 unit itu tercapai,” kata Ketua Umum Apersi, Eddy Ganefo, di Jakarta kemarin sore, dalam wawancara dengan Majalah Indonesia Housing.
Apa penyebab ketidakyakinan itu? Jawab Eddy, karena sudah terserapnya semua dana FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dari pemerintah Indonesia. Jadi, yang terjadi di tahun pertama Program Sejuta Rumah, terulang lagi di tahun kedua.
Eddy mengatakan, ada baiknya skema alokasi dana antara pemerintah Indonesia dengan pihak bank penyalur FLPP, diubah. Dalam arti, porsi yang harus ditanggung pemerintah Indonesia, diubah.
“Kalau sekarang ini, perbandingannya 90% FLPP ditanggung pemerintah. Sedangkan 10% oleh swasta.Sebaiknya, perbandingan itu diubah dari 90 banding 10, menjadi 60 banding 40,” kata Eddy yang juga ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) itu.
Sekarang, tatkala dana FLPP sudah terserap total dan berganti dengan subsidi selisih bunga, pihak perbankan cenderung enggan. “Kalau dana FLPP tersedia memadai, target kami untuk 100.000 rumah murah, sebenarnya bisa tercapai,” dia berkata.
 
Sumber Foto Eddy Ganefo: Riaumandiri.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *