(Kiri-Kanan): Budi Kurniawan, Direktur Business ISPI Group, bersama Surasta, Branch Manager Bank BTN KC Kelapa Gading, Preadi Ekarto, Komisari utama ISPI Group dan Grace Ekarto, Direktur Utama ISPI Group, berbincang santai di depan rumah contoh Klaster Paris, Mutiara Gading City (MGC).
INDONESIAHOUSING.ID, Bekasi — Pengembang properti ISPI Group merilis proyek terbaru; Klaster Paris dengan konsep hunian “New Design and New Life” di atas lahan seluas seluas 7,8 ha di kawasan Mutiara Gading City (MGC), Bekasi.
Dihadiri sekitar 490 Top Agen Properti, peluncuran perdana Klaster Paris di MGC ini tergolong cukup sukses. Betapa tidak, di saat acara launching tersebut, ISPI Group sukses memasarkan sebanyak 24 unit hunian dengan nilai mencapai Rp24 miliar.
Baca Juga: Optimis Pasar Stabil, ISPI Group Terus Ekspansi di 2023
Budi Kurniawan, Direktur Business MGC mengungkapkan, pemasaran Klaster Paris yang merupakan klaster ke 17 di MGC ini dibagi dalam 2 tahap, dimana pada tahap pertama akan dipasarkan Paris East dan selanjunya akan diikuti dengan pemasaran Paris West.
“Peluncuran tahap 1 (Paris East) sebanyak 278 unit dengan 2 tipe baru yang didesain oleh duo arsitek muda, Matthew & Frits. Dengan desain rumah dan denah ruang yang lebih mengedepankan new look dan memaksimalkan ruang sebagai tempat tinggal keluarga yang nyaman, membuat kami semakin yakin hunian ini akan laris dan diminati para milinial maupun kalangan profesional muda,” ucap Budi, di sela acara peluncuran Klaster Paris di MGC, Jumat (15/9/2023).
Baca Juga: Mudahkan Milenial Miliki Rumah, Sembawang Aparthouse Jalin Kerjasama dengan J Trust Bank
Selain itu, dengan segala keunggulannya, hunian cantik yang memiliki lokasi terbaik di kawasan MGC tersebut dipasarkan dengan harga sangat terjangkau.
“Setiap produk yang kami hadirkan, ISPI selalu berupaya memberikan yang terbaik, baik dari sisi kualitas bangunan maupun harga. Hunian di klaster Paris East ini diluncurkan masing-masing 2 tipe; Tipe Le Verre (39/60) dibanderol dengan harga Rp690 juta dan Le Blanc (48/72), dipasarkan seharga Rp 824 juta,” jelas Budi.
Mutiara Gading City (MGC) sendiri merupakan kawasan hunian terintegrasi berskala kota dengan luas area mencapai 350 hektar dan merupakan proyek terbesar ISPI Group yang berada di utara – timur Jakarta.
Baca Juga: Tawarkan Hunian di SVA Casa, ISPI Group Tingkatkan Visibilitas Digital
Grace Ekarto, Direktur Utama ISPI Group mengungkapkan, seiring berkembangkan kawasan timur dan utara Jakarta, serta semakin lengkapnya akses yang menghubungkan MGC dengan kawasan lainnya di sekitar Jakarta, kawasan MGC juga semakin tumbuh dan menjelma menjadi kawasan hunian dan komersial yang sangat potensial.
“Disekitar MGC sekarang juga semakin ramai dengan kehadiran pengembang-pengembang besar. Jadi di sekitar kawasan ini semakin hidup. Karena itu, kami di MGC sendiri juga menyiapkan fasilitas pendukung terbaik bagi penghuni. Saat ini kami sudah mengembangkan kawasan commercial area, fasiltas sekolah dan univesitas, kolam renang, rumah sakit, serta fasilitas pendukung lainnya,” terang Grace.
Menarik untuk Dihuni dan Prospektif
Ia juga menambahkan, masifnya pembangunan infrastruktur terutama akses jalan tol yang menghubungkan MGC membuat harga properti di MGC semakin melambung.
“Dalam 2 tahun terakhir saja, kenaikan harga properti di sini (MGC-red) bisa mencapai di atas 20%. Jadi, selain untuk kawasan hunian, MGC juga sangat menarik buat sarana investasi,” imbuh Grace.
Baca Juga: Erick Thohir Apresiasi Bank BTN Sediakan Rumah Bagi Atlet Sepakbola
Sementara itu, Preadi Ekarto, Komisari utama ISPI Group menuturkan, banyak hal lain yang membuat mengapa MGC ini menarik bagi end user maupun investor.
“Setidaknya ada tujuh (7) faktor alasan konsumen memilih MGC sebagai kawasan hunian yang terintgrasi. Yang pertama, okasi MGC yang berada di utara-timur Jakarta, sebagai Kawasan new urban modern yang tersambung dengan akses Jalan tol JOOR 2, pintu tol Taruma jaya dan Tol Kelapa Gading. Nantinya konsumen akan di untungkan dengan akses yang mudah kemanapun.Berikutnya dengan pengembangan kawasan NewUrban. Lokasi MGC juga akan tersambung dengan perencanaan pembangunan MRT di wilayah Harapan Indah yang akan menambah modatransportasi dari MGC ke wilayah Jabodetabek,” ujar Preadi.
Alasan berikutnya atau yang ketiga menurut Preadi, MGC dikembangkan dengan kawasan tinggal yang berdekatan dengan kawasan hutan yang dibuat sebagai ruang terbuka kawasan dan tempat beraktifitas. Hutan kota MGC sebagai wujud komitmen ISPI Group dalam mengatasi isu lingkungan yang dapat memberikan kenyaman kawasan tempat tinggal.
Baca Juga: Jakarta Garden City Segera Hadirkan 388 Unit Hunian Premium Bertajuk Vastu @Garden City
“Keempat, 350 hektar kawasan MGC, merupakan kawasan yang sangat ideal untuk pengembangan New Urban yang berdampingan pengembangan area sekitar MGC dengan perencanaan NEW CENTRAL BUSINESS DISTRICT (CBD) yang terdiri pembanguan fasilitas hotel, shopping mall, office, commercial area, rumah sakit, universitas, fresh market dan lainnya. Tidak hanya itu, nilai investasi properti akan menjadi investasi yang sangat menarik ke depannya, dengan pengembangan kawasan yang saat ini menjadi buruan konsumen untuk tempat tinggal dan investasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Preadi menjelaskan faktor konsumen sangat tertarik dengan MGC adalah karena ISPI Group yang telah mengembangkan kawasan perumahan di berbagai kawasan Bodebek dengan total 33 proyek seluas total 2000 hektar, dengan unit yang dihuni 48.000 unit.
Baca Juga: Beroperasinya LRT Jabodebek dan KCJB Diyakini Bakal Dongkrak Industri Properti
“Terakhir atau faktor ke tujuh, sebagai pengembang yang terus melakukan inovasi, ISPI Group melakukan kerjasama dengan arstitektur dan urban planner ternama untuk membuat Masterplan dengan gaya hidup saat ini dan semua fasilitas yang dibangun dalam kawasan MGC akan terintergrasi dengan semua klaster, sehingga konsumen dengan mudah menjangkau fasilitas-fasilitas yang dibangun : seperti; Badmiton Hall, Kolam renang, mini basket, lapangan tenis, kawasan ruko komersial,” pungkas Preadi. (zh1)


32 Comments