Cita rasa autentik Nusantara sukses mencuri perhatian masyarakat Eropa lewat gelaran pop-up dining eksklusif yang diinisiasi oleh SEMAJA, restoran berkonsep Indonesia modern bagian dari JHL Collections. Melalui rangkaian tur kuliner bertajuk “The Archipelago’s Voyage”, tim juru masak SEMAJA memukau para penikmat kuliner di Amsterdam dan Brussels dengan menyulap hidangan tradisional seperti rendang wagyu dan sate lilit menjadi sajian kelas dunia yang estetik dan mewah.
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Kekayaan dan kenikmatan kuliner Indonesia mendapatkan apresiasi luar biasa dari para pecinta kuliner Eropa melalui kreasi hidangan nusantara oleh SEMAJA, restoran Indonesia modern milik ISMAYA Group, yang disajikan di sejumlah restoran Indonesia di Amsterdam dan Brussels dalam rangka kunjungan kuliner pada 6–14 Mei 2026.
Kekayaan kuliner nusantara dengan keragaman dan keunikannya merupakan warisan budaya yang belum mendapat apresiasi dan popularitas luas di mancanegara. Jika dibandingkan dengan masakan Asia lainnya seperti Jepang, Thailand, Vietnam, hingga India yang restorannya telah menjamur di berbagai negara, cita rasa khas Indonesia yang kaya bumbu dan rempah hingga kini masih belum banyak dikenal masyarakat di benua Barat seperti Amerika dan Eropa.
Hal inilah yang menginspirasi SEMAJA sejak tahun 2023 untuk mengkurasi dan mengelevasi cita rasa tradisional dengan memadukan teknik modern dan bahan baku premium tanpa menghilangkan keaslian rasanya. Setelah berhasil menjadi destinasi pilihan para ekspatriat, diplomat, dan wisatawan asing yang ingin menikmati kuliner Indonesia di Jakarta, SEMAJA kini mewujudkan ambisinya sebagai duta kuliner Indonesia melalui kolaborasi eksklusif bersama Ron Gastrobar Indonesia dan Batavia Restaurant.
Baca Juga: SEMAJA, Menikmati Kuliner Indonesia Rasa Modern di Tengah Pesona Klasik Menteng
Senior Vice President Marketing Lifestyle Ismaya Group, Anggun Melati mengungkapkan melalui kolaborasi ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki kualitas, kompleksitas rasa, dan nilai budaya yang mampu bersaing di panggung gastronomi internasional.
“Kami percaya cita rasa nusantara dapat diterima dan diapresiasi lebih luas oleh pasar global,” ujarnya.
Kolaborasi ini menjadi pertemuan tiga restoran Indonesia modern di tiga kota berbeda, yakni Jakarta, Amsterdam, dan Brussels. Meski berada di dua benua, ketiganya memiliki pendekatan serupa terhadap masakan Indonesia: berakar pada tradisi namun diekspresikan melalui sentuhan modern.
Kolaborasi ini juga mempertemukan Chef Glenn Erari dengan Chef Agus Hermawan — dua chef yang dikenal melalui spesialisasi masakan Indonesia modern. Keduanya dipersatukan oleh kecintaan terhadap cita rasa nusantara, namun dibentuk oleh perjalanan karier dan pengalaman kuliner yang berbeda sehingga menghasilkan kreasi menu Indonesia dengan sentuhan artistik modern.
Di balik kolaborasi tersebut terdapat dua pendekatan yang saling melengkapi. Chef Glenn Erari, dengan latar belakang Papua dan Bangka, dikenal menghadirkan interpretasi masakan yang tetap menjaga esensi rasa dengan teknik modern yang lebih refined. Sementara itu, Chef Agus Hermawan yang kini berbasis di Amsterdam telah lama berperan sebagai duta kuliner Indonesia di Eropa melalui pendekatan inovatif dalam mengolah cita rasa Indonesia dengan teknik modern, bahan alternatif, dan presentasi artistik.
“Kolaborasi ini bukan hanya tentang menyajikan makanan, tetapi juga tentang memperkenalkan identitas dan cerita Indonesia kepada dunia melalui pengalaman bersantap yang lebih modern dan relevan,” kata Anggun Melati.
Baca Juga: Hadir di Kota Lama, SKOLA Tawarkan Destinasi Kuliner Baru di Semarang
Bersama, kedua chef menghadirkan menu yang merayakan rasa Indonesia melalui dua perspektif berbeda namun tetap disatukan oleh penghormatan terhadap tradisi, teknik, dan cerita di balik setiap hidangan. Hasilnya adalah pengalaman bersantap yang tidak hanya unik, tetapi juga menjadi jembatan budaya antara Jakarta dan Amsterdam dalam satu meja yang sama.
Kolaborasi eksklusif ini berlangsung pada 6–9 Mei 2026 di Ron Gastrobar Indonesia dan dilanjutkan pada 13–14 Mei 2026 di Batavia Restaurant, menghadirkan pengalaman intimate dining yang berkelas bagi para tamu.
Kolaborasi tersebut turut mendapatkan antusiasme tinggi dari para pecinta kuliner setempat. Sepanjang rangkaian makan malam berlangsung, mayoritas tamu yang hadir didominasi masyarakat lokal dengan sekitar 80% berasal dari Amsterdam, sementara sekitar 10% merupakan diaspora Indonesia. Tingginya partisipasi pengunjung lokal mencerminkan semakin terbukanya pasar internasional terhadap kekayaan cita rasa Indonesia, khususnya melalui pendekatan kuliner modern yang lebih relevan dengan preferensi global saat ini.
“Antusiasme pengunjung lokal di Amsterdam dan Brussels menjadi sinyal positif bahwa kuliner Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar internasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus membawa budaya Indonesia ke panggung global,” tambah Anggun Melati.
Bagi SEMAJA, momentum ini bukan sekadar kehadiran di pasar internasional, melainkan langkah nyata membawa budaya Indonesia ke meja makan dunia dengan cara yang tetap berakar namun relevan dengan masa kini. Di tengah meningkatnya apresiasi global terhadap kuliner Indonesia, kehadiran SEMAJA di Eropa Barat mencerminkan keyakinan baru bahwa rasa Nusantara tidak hanya layak dikenal, tetapi juga layak dirayakan sebagai bagian dari lanskap gastronomi dunia yang modern dan berkelas. (MFH-4).

