BP Tapera Hadiri Munas VII Apersi: BP Tapera sukses menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tertinggi senilai Rp34,6 triliun untuk 278.865 unit rumah bersubsidi. Capaian rekor nasional ini menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) Apersi ke-VII yang berlangsung di Hotel Platinum, Jimbaran, Bali, Senin (20/5/2026).
BALI, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – BP Tapera melalui Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana, Sid Herdi Kusuma, turut hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) Apersi ke VII yang diselenggarakan di Hotel Platinum, Jimbaran, Bali.
Dalam kesempatan itu, Sid Herdi Kusuma menegaskan komitmen BP tapera dalam mendukung percepatan penyaluran rumah subsidi, termasuk di Bali. “Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus komit mendukung percepatan penyaluran rumah subsidi. Selain itu, kami juga mendorong kolaborasi dalam pembangunan rumah subsidi, demi suksesnya program pembangunan 3 juta rumah,” ujarnya.
Dalam kesempatan yanga sama, Ketua Umum Apersi, Junaedi Abdillah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya dengan kehadiran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam era pemerintahan saat ini yang menandakan perhatian bersar pemerintahan terhadap hunian dan permukiman
“Kita bangga dengan kementerian sekarang, setiap masalah selalu didiskusikan bersama, yang saat ini kita rasakan atas produk dan gebrakan yg dihasilkan pemerintah,” ujar Junaedi.
Baca Juga: Tembus Rp305 Miliar, BP Tapera Akselerasi KUR Perumahan dan UMKM di Surabaya
Sementara itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait yang sekiranya akan hadir namun berhalangan, menyampaikan salam dan arahan melalui tayangan yang disaksikan oleh seluruh pengurus Apersi nasional maupun daerah. Maruarar Sirait memberikan apresiasi terhadap Apersi sebagai asosiasi perumahan yang secara aktif selalu memberikan kontribusi melalui sumbangsih ide dan pemikirannya kepada pemerintah
“Apersi telah berhasil melahirkan para pengembang muda berbakat. Semoga apersi dapat terus melahirkan pengurus yang baik, agar dapat semakin maju dan mendukung hunian,” ujar Maruarar Sirait dalam penutup arahannya.
Menyambung dari pesan Menteri PKP, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati dalam sambutannya mengakui bahwa banyak tantangan yang dihadapi oleh pemerintah bersama mitra kerjanya saat ini, termasuk dengan para asosiasi pengembang perumahan.
“Kami berharap para asosiasi terus memberikan pemikirannya, karena rekan-rekan (pengembang) lah para pelaku usaha. Saya siap berdiskusi kapan saja,” terang Sri Haryati.
Program rumah bersubsidi sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang saat ini berkaitan erat dengan kontribusi mitra kerja pada pengembang perumahan maupun bank penyalur. Melalui dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola oleh BP Tapera, program rumah bersubsidi ini telah bergulir dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia.
Baca Juga: Singapura-nya Indonesia, Pemerintah Sulap Bali Jadi Hub Keuangan Internasional
Sebagai informasi, realisasi penyaluran FLPP tahun 2025 secara nasional mencapai 278.865 unit rumah senilai Rp34,6 Triliun, dan ini menjadi capaian penyaluran tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP yang dilakukan sejak tahun 2010.
Khusus untuk Kawasan Bali, realisasi penyaluran FLPP tahun 2025 adalah sebesar 244 unit rumah dan menjadikannya Bali menduduki peringkat ke-23. Adapun daerah serapan tertinggi di Bali terletak di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Karangasem.
Apersi merupakan salah satu asosiasi pengembang perumahan terbesar dengan capaian realisasi tahun 2025 mencapai 82.514 unit rumah. Sedangkan di tahun 2026 ini Apersi masih menduduki peringkat tertinggi nomor 2 dengan capaian per 18 Mei 2026 sebesar 17.015 unit rumah di seluruh Indonesia.
Usai hadir dalam kegiatan Apersi, rombongan BP Tapera turut bersama Kementerian PKP menyempatkan kegiatan kunjungan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang berlokasi di Denpasar Selatan dan sekitar. (zh1).

