Hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok kian erat menyusul kesepakatan penguatan implementasi kerja sama strategis “Two Countries, Twin Parks” (TCTP). Lewat sinergi kawasan industri bilateral ini, kedua negara berhasil mengunci komitmen investasi baru yang diproyeksikan mampu mendongkrak hilirisasi industri dan menciptakan ribuan lapangan kerja baru di tanah air. (Foto: ekon.go.id).
FUZHOU, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus memperkuat implementasi kerja sama “Two Countries, Twin Parks” (TCTP) sebagai salah satu instrumen strategis penguatan investasi, perdagangan, dan pengembangan kawasan industri kedua negara.
Dalam hal ini telah diselenggarakan Tripartite High-Level Meeting yang dilaksanakan bersama oleh kedua negara dengan pimpinan Kementerian Perdagangan RRT (Ministry of Commerce/MOFCOM) dan Pemerintah Provinsi Fujian, sementara Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Lebih jauh, pada agenda ini juga diadakan kegiatan business matching dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Tiongkok. Agenda ini menjadi rangkaian pelaksanaan “Training Seminar on the China-Indonesia Two Countries Twin Parks Cooperation” yang diselenggarakan di Provinsi Fujian pada 11-24 Mei 2026 lalu.
“Dalam Tripartite High-Level Meeting itu, Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan RRT (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.
Baca Juga: Pemerintah Perkuat Promosi Wisata Indonesia ke Pasar Tiongkok
Kesepakatan tersebut meliputi percepatan penyelesaian proyek unggulan (champion project) kerja sama antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), perluasan cakupan kawasan TCTP, percepatan finalisasi Roadmap TCTP 2026, reaktivasi contact point atau window TCTP di Fuzhou, peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke Tiongkok, serta penguatan konektivitas logistik dan pariwisata.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk mentransformasikan kerangka kerja sama TCTP menjadi proyek-proyek konkret yang mampu mendorong investasi, perdagangan, pengembangan kawasan industri, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan konektivitas ekonomi Indonesia-Tiongkok secara berkelanjutan.
Pertemuan juga membahas peluang pembukaan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia, termasuk durian segar dan kelapa, penjajakan rute pelayaran langsung antara Fujian dan kawasan TCTP Indonesia, serta pengembangan inisiatif Twin Parks plus Tourism Economy untuk memperkuat sinergi kawasan industri dan pariwisata.
Rangkaian kegiatan ini juga menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan 10 MoU dalam acara China-Indonesia TCTP Economic and Trade Cooperation Matchmaking Conference yang diselenggarakan di Fujian Fuyao University of Science and Technology, Fuzhou, pada 15 Mei 2026. Penandatanganan dilakukan oleh pelaku usaha dan institusi akademik dari Indonesia dan Tiongkok dengan total nilai komitmen investasi baru sekitar USD500 juta.
Sepuluh MoU tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain biomedis dan uji klinis, keamanan data dan kecerdasan artifisial (AI), perdagangan digital, manufaktur peralatan rumah tangga, kesehatan dan alat kesehatan, industri herbal, mobilitas kendaraan listrik, manufaktur sepeda motor listrik, elektronik konsumen, serta kerja sama akademik dan riset.
Baca Juga: Genjot Hilirisasi, Kemenperin dan Danareksa Sulap Kawasan Industri Jadi Lebih Kuat
Dengan tambahan komitmen investasi tersebut, total komitmen yang berhasil dihimpun dalam kerangka kerja sama TCTP kini mencapai kurang lebih USD10,5 miliar, melanjutkan capaian komitmen investasi sebesar USD10 miliar yang telah diumumkan sebelumnya pada Februari 2026 di Jakarta.
“Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%, investasi adalah salah satu pendorong utama, khususnya di provinsi-provinsi yang terlibat dalam kerja sama TCTP. Kami mengharapkan target dapat dicapai lebih cepat dibandingkan dengan provinsi lainnya”, ujar Deputi Ali.
Pada kesempatan terpisah, Delegasi Indonesia juga melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Provinsi Fujian yang menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Fujian untuk terus mendukung implementasi TCTP sebagai proyek unggulan kerja sama Indonesia dan Tiongkok. Dukungan tersebut mencakup penguatan fasilitasi investasi, promosi kawasan, dan pengembangan pusat layanan TCTP sebagai sarana koordinasi dan penyelesaian hambatan implementasi kerja sama kedua negara. (QQ-2).

