FINANSIAL

Jawa Barat Jadi Lokomotif Nasional Penyaluran FLPP

Lokomotif FLPP

Lokomotif FLPP : Sejak tahun 2022 hingga 2025, total pembiayaan FLPP di Jawa Barat telah mencapai 181.471 unit, tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Sementara untuk Kabupaten Cirebon, penyaluran FLPP tercatat mencapai 11.582 unit, menempati posisi ketiga tertinggi se-Jawa Barat.

CIREBON, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mempercepat pencapaian program 3 juta rumah bagi masyarakat rendah (MBR). Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP ) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang digelar di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat , Kamis (30/10).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait , Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho , serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, dan diikuti oleh para pelaku ekosistem perumahan mulai dari pengembang, perbankan penyalur, hingga asosiasi perumahan.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, hingga 29 Oktober 2025, penyaluran pembiayaan FLPP secara nasional telah mencapai 208.716 unit atau 59,63% dari target 350.000 unit.

“Provinsi Jawa Barat masih menjadi lokomotif utama penyaluran FLPP nasional, didorong oleh aktivitas ekonomi yang tinggi dan permintaan rumah dari sektor industri serta MBR di wilayah penyangga Jabodetabek,” ujar Heru.

Sejak tahun 2022 hingga 2025, total pembiayaan FLPP di Jawa Barat telah mencapai 181.471 unit, tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Sementara untuk Kabupaten Cirebon, penyaluran FLPP tercatat mencapai 11.582 unit, menempati posisi ketiga tertinggi se-Jawa Barat. ”Uuntuk tahun 2025 saja, Jawa Barat kembali menjadi yang tertinggi secara nasional dengan 47.206 unit atau 22,62%, dan Kabupaten Cirebon menyumbang 3.930 unit, berada di urutan keempat seprovinsi,” imbunya.

Dalam pemaparannya, Heru juga menyoroti berbagai strategi BP Tapera dalam mencapai target nasional 350.000 unit tahun ini, antara lain penambahan bank penyalur baru seperti Bank Nobu, BCA, dan Artha Graha, penguatan kerja sama dengan mitra strategis, kolaborasi data analitik bersama OJK, serta sosialisasi masif di daerah berpotensi tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan invasi pemerintah, khususnya program KPR FLPP dan KUR Perumahan.

“Hari ini seluruh ekosistem perumahan hadir: para pengembang, kontraktor, dan toko bangunan. Sebagai lokomotif penyaluran FLPP Nasional, mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk mendukung masyarakat rendah yang memiliki rumah layak huni,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, pemerintah telah menyiapkan kuota FLPP terbesar sepanjang sejarah, yakni 350.000 unit rumah pada tahun 2025, meningkat signifikan dari 220.000 unit pada tahun sebelumnya.

”Selain peningkatan kuota, pemerintah juga menghadirkan berbagai kebijakan pro rakyat kecil, di antaranya: BPHTB gratis oleh Pemerintah Daerah (5% dari subsidi harga beli rumah), Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis oleh Pemda, dan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100% pada Januari–Juni 2025, dan 50% pada Juli–Desember 2025 untuk rumah di bawah Rp2 miliar.

“Pemerintah juga memangkas proses perizinan PBG yang sebelumnya 45 hari menjadi hanya menghitung menit jika dokumen lengkap. Misalnya, Pemkab Subang berhasil menerbitkan izin dalam 16 menit 30 detik, dan Pemkab Gianyar hanya 14 menit,” ujar Ara.

Menteri PKP juga menambahkan, kebijakan ini merupakan bentuk nyata perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil. “Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, rumah bagi rakyat Indonesia bukan hanya untuk yang punya gaji, tapi juga bagi yang belum memiliki penghasilan tetap,” imbuhnya.

Kunjungan ke Perumahan D’Nirwana Harmoni

Usai kegiatan sosialisasi, Menteri PKP bersama rombongan meninjau Perumahan D’Nirwana Harmoni di Kabupaten Cirebon, salah satu proyek perumahan subsidi yang dikembangkan oleh Himperra. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar mengapresiasi pengembang yang telah menyediakan rumah bersubsidi dengan kawasan lingkungan yang tertata baik.

“Terima kasih kepada Pak Yudo dari Himperra yang telah menghadirkan hunian layak bagi masyarakat Cirebon,” ujarnya . (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *