Oleh: Ristyan Mega Putra, S.Sos, M.Si. (Foto: Ilustrasi proyek infrastruktur/Dok PUPR)
INONESIAHOUSING.ID— Setiap negara di dunia termasuk Indonesia pasti melaksanakan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Berbagai proyek direncanakan dengan sebaik mungkin serta dibangun dengan menggunakan anggaran pemerintah guna memajukan pembangunan di berbagai sektor dan wilayah.

Pembangunan infrastruktur inilah yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Infrastruktur yang dibangun bukan hanya dari sisi fisik semata tapi juga non fisik berupa akses teknologi informasi guna meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.
Salah satu instansi pemerintah yang ditugasi guna membangun infrastruktur di Indonesia adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Berbagai infrastruktur baik jalan nasional, bendungan, perumahan hingga pemenuhan sarana sanitasi untuk masyarakat dikerjakan oleh Kementerian PUPR yang dikomandoi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Baca Juga: Infrastruktur dari Dana APBN Wajib Pakai Produk Dalam Negeri
Infrastruktur pada dasarnya adalah upaya pemerintah membangun fasilitas yang mampu memudahkan masyarakat dalam beraktifitas serta mendukung pengembangan sebuah wilayah. Adanya infrastruktur yang memadai tentunya juga akan mengundang masukkan investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Mengutip hasil publikasi yang ada dalam laman https://bpiw.pu.go.id/article/detail/2022-kementerian-pupr-terima-pagu-anggaran-rp-1006-triliun diketahui bahwa untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur di Indonesia, Kementerian PUPR memperoleh pagu anggaran pada 2022 mencapai Rp 100,6 triliun. Angka tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan pagu anggaran tahun 2021 yang mencapai Rp 143,5 triliun.
Dari data yang ada di Kementerian PUPR, setidaknya ada lima rencana program pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022, antara lain untuk sektor sumber daya air (SDA) akan memanfaatkan anggaran Rp 41,2 Triliun untuk melanjutkan pembangunan 35 bendungan seperti Bendungan Tamblang dan Lolak serta pembangunan dua bendungan baru yakni Riam Kiwa dan Jenelata. Selanjutnya proses revitalisasi danau, pembangunan 42.400 hektare daerah irigasi, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi 123.740 hektare, serta pembangunan pengendali banjir dan pengaman pantai sepanjang 157 km.
Pada pembangunan infrastruktur di sektor jalan dan jembatan Kementerian PUPR akan mengalokasikan anggaran senilai Rp 39,7 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan 354 km jalan baru seperti Manado Outer Ring Road III dan Jalan Akses Jembatan Holtekamp, pembangunan 23.715 meter jembatan, pembangunan 1.072 meter jalan layang (flyover) maupun jalan bawah (underpass) , serta pembangunan 9,2 km jalan tol dengan rute Serang–Panimbang dan Semarang-Demak.
Selain itu, pada sektor permukiman juga dialokasikan anggaran Rp 12,5 Triliun untuk pembangunan dan peningkatan 1.637 liter/detik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Sistem Pengelolaan Air Limbah untuk 8.410 Kepala Keluarga, Sistem Pengelolaan Persampahan untuk 21.000 Kepala Keluarga (KK). Kementerian PUPR juga akan melaksanakan penanganan terhadap 802 hektare kawasan kumuh, penyelenggaraan bangunan gedung, kemudian pembangunan, rehabilitasi dan renovasi sarana dan prasarana pendidikan, olahraga dan pasar, serta penataan kawasan di Lasem dan Manado-Likupang.
Terkait dengan sektor perumahan jumlah anggaran yang dialokasikan senilai Rp 5,1 Triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan rumah susun (Rusun) sebanyak 5.141 unit, pembangunan rumah khusus (Rusus) sebanyak 1.823 unit, bantuan rumah swadaya untuk 101.250 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 34 provinsi, dan pembangunan 20.500 unit prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tersebar di 34 provinsi. Selain itu, juga ada anggaran untuk dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya mencapai Rp 2,1 triliun.
Lalu bagaimanakah cara yang tepat untuk mendorong generasi muda Indonesia untuk menyikapi hasil pembangunan infrastruktur yang ada saat ini? Tentunya generasi muda saat ini juga harus menyadari bahwa mereka hidup di jaman kemerdekaan serta memiliki akses informasi yang cukup terbuka luas. Adanya dukungan teknologi informasi membuat generasi muda bisa melihat jauh ke depan tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Generasi muda juga harus sadar bahwa pembangunan infrastruktur yang ada di Indonesia saat ini telah mengalami lompatan yang cukup jauh dibandingkan dengan jaman dulu. Pembangunan yang masif saat ini menjadi patokan atau milestone terhadap generasi-generasi muda Indonesia di masa depan.
Kesempatan Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara maju di dunia, khususnya pasca pandemi Covid-19 yang melanda beberapa waktu lalu. Sebelumnya mungkin banyak pihak yang menyangsikan apakah negara Indonesia mampu membangun infrastruktur yang masif. Tapi waktu membuktikan bahwa infrastruktur yang dibangun saat ini juga banyak melibatkan tenaga kerja khususnya masyarakat melalui Program Padat Karya dan generasi muda misalnya para insinyur dari Indonesia.
Keterlibatan mereka semua tentunya akan mendorong lajunya perekonomian masyarakat serta berdampak pada peningkatan perekonomian secara nasional. Kualitas para insinyur Indonesia juga tidak diragukan lagi kemampuannya dan bersaing dengan insinyur dari luar negeri.
Dalam pembangunan infrastruktur saat ini salah satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bagimana proses pembangunan sebelum dan sesudahnya. Perjalanan serta proses pembangunan sebisa mungkin dimasukkan ke dalam satu informasi baik data tabel informasi, data dan spesifikasi bangunan maupun siapa saja yang terlibat dalam proses pembangunannya. Hal itu merupakan bagian dari sejarah perjalanan pembangunan infrastruktur yang juga harus diketahui oleh setiap generasi.
Adanya tanda serta kode khusus berupa penempatan barcode dalam hasil yang bisa diakses melalui alat komunikasi saat ini tentunya akan mempermudah hal itu semua. Adanya teknologi informasi ini juga bisa dimanfaatkan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan ke Kementerian PUPR apabila ada permasalahan di lapangan pasca pembangunan infrastruktur selesai dibangun dan dimanfaatkan.
Infrastruktur yang kini tengah dibangun juga memiliki bentuk bangunan yang cukup ikonik serta memanfaatkan teknologi masa kini. Hasilnya tentu membuat para milenial untuk kerap mengabadikan hasil pembangunan tersebut melalui media sosialnya masing-masing. Melalui media sosial pula hasil pembangunan infrastruktur Indonesia dikenal dan diketahui oleh masyarakat luas.
Namun jangan sampai kita lupa diri bahwa bangsa Indonesia juga memiliki adat budaya ketimuran yang perlu dijaga dengan baik. Pembangunan infrastruktur yang berbudaya serta mengedepankan karakteristik kearifan lokal juga perlu didorong agar bisa lebih banyak lagi. Pengenalan budaya melalui filosofi bangunan juga perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Didorong Kembangkan Inovasi Pembangunan Infrastruktur
Hasil pembangunan tentunya tidak akan membawa manfaat apa-apa jika dalam pengelolaannya tidak optimal. Masyarakat sebagai penerima manfaat hasil pembangunan juga harus ikut menjaga infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Menjaga kebersihan, menetapkan pengelolaan serta merawat infrastruktur juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebaik mungkin.
Infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian PUPR juga harus dirasakan manfaatnya oleh generasi-generasi muda Indonesia puluhan tahun ke depan dan bukan saat ini saja. Dari infrastruktur yang ada diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. Mari kita bangun infrastruktur Indonesia bersama!.
*Penulis adalah Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


29 Comments