Pelemahan pasar Kondominium juga tercermin dari penurunan permintaan jika dibandingkan dengan tahun lalu. (Foto: ilustrasi/IH).
JAKARTA, WWW.INDONESIAHOUSING.ID – Di tengah kondisi ekonomi global yang relatif masih banyak tantangan, pertumbuhan sektor properti khususnya pasar kondominium masih belum menunjukan signal yang positif. Hal itu terungkap dari laporan Knight Frank Indonesia, Kamis, (21/8/25).
Willson Kalip, Country Head dari Knight Frank Indonesia, menyebutkan bahwa, pasar kondominium masih mengalami tantangan saat ini, sinyal permintaan menunjukan demikian.
“Penelusuran pasar juga menemukan bahwa serapan project kondominium tahun ini melemah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski segmen upper middle dan middle masih terlihat bergerak,” ucapnya.
Baca Juga: Penjualan Kondominium Terkoreksi di Tengah Stok yang Mengalir
lebih lanjut Willson Kalip menjelaskan, pengembang perlu memahami profil kelas menengah untuk terus berinovasi menghadirkan produk yang dapat diserap pasar saat ini.
“Tidak hanya terkait lokasi dan karakter produk, namun akses kelas menengah terhadap lembaga keuangan perlu dibuka secara luas untuk terus menggerakan transaksi,” imbuhnya.
Pelemahan pasar juga tercermin dari penurunan permintaan proyek kondominium jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini menyebabkan pengembang perlu terus memantau pasar hingga mencapai kondisi yang terbilang cukup stabil.
Baca Juga: Berada di CBD Area Alam Sutera, Elevee Condominium Miliki Potensi Menjanjikan
Meski demikian, awal tahun 2025 ditandai dengan 1.208 unit baru dari 4 proyek yang masuk pasar, namun secara agregat jumlah ini relatif menurun jika dibandingkan dengan semester sebelumnya.
Stimulus Pemerintah, berupa PPN DTP dinilai pelaku pasar cukup membantu dalam menggerakan transaksi, terutama untuk segmen menengah, dengan kisaran harga tertentu. Namun, mengingat pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah saat ini, maka para pengembang masih berhati‐hati dalam merilis produk untuk segmen tersebut. Sementara pasar di kelas menengah ke atas, terlihat masih terus tumbuh.
Baca Juga: Dipasarkan Hingga Rp80 Miliar, Simak Keunggulan yang Ditawarkan NavaPark Business Suites di BSD City
Knight Frank Indonesia juga memaparkan, detail pembaruan kondisi pasar kondominium di Jakarta pada paruh pertama tahun 2025 sektor strata condominium, dimana pasokan kondominium bertambah menjadi 248.269 unit, dengan selesainya 4 proyek baru di area Non‐CBD. Sedangkan tingkat penjualan kumulatif berada di angka 95,9% dengan kumulasi penjualan kondominium tertinggi terjadi di segmen middle (44% dari total penjualan).
Knight Frank Indonesia juga menjelaskan bahwa secara umum, rerata harga jual pada unit baru menguat 1,9% (yoy). Dan rerata penjualan stok baru meningkat tipis di angka 56%, di tengah 4.198 unit baru yang tengah dipasarkan saat ini. (zh1).

