NEW PROJECT NEWS

Gardens at Candi Sawangan Perkenalkan Cluster Morizono, Harga Mulai Rp1,5 Miliar

Cluster Morizono

Unit rumah di Cluster Morizono yang dibanderol mulai Rp1,5 Miliar itu, telah mengantongi Sertifikat EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), yaitu sertifikat yang diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) untuk bangunan yang telah memenuhi syarat desain dan konstruksi berkelanjutan.

INDONESIAHOUSING.ID, Depok— PERUMAHAN skala kota (township) Gardens at Candi Sawangan kembali melanjutkan tahapan pembangunannya, dengan memperkenalkan cluster hunian terbaru bertajuk Morizono.

Cluster ke-10 di kawasan perumahan yang berlokasi di Jalan Jl. Cinangka Raya, Sawangan, Depok tersebut, merupakan hasil kolaborasi Graha Perdana Indah (GPI) bersama Sumitomo Forestry Indonesia, dengan menawarkan konsep ‘The Art of Japanese Living’ atau konsep hidup ala Jepang. Konsep ini diaplikasikan mulai dari fasad dan layout bangunan, seperti adanya tatami  (ruang serbaguna) dan engawa (teras), yang terhubung dengan taman belakang rumah, sehingga menciptakan rumah yang asri dan terkesan luas. Otentikasi ini juga diimplementasikan dengan menunjuk arsitek maupun pengawas konstruksi yang berasal dari Jepang.

Baca Juga: Komitmen Hadirkan Properti Terbaik, Begini Strategi Vasanta Group

Morizono sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, yaitu MORI (Hutan) dan ZONO (Taman). “MORI” terinspirasi dari sejarah panjang kerjasama antara PT Sumitomo Forestry Indonesia bersama PT Graha Perdana Indah (GPI) di industri kayu.

Cluster Morizono
Perumahan skala kota (township) Gardens at Candi Sawangan kembali melanjutkan tahapan pembangunannya dengan memperkenalkan cluster hunian terbaru bertajuk Morizono. Cluster ke-10 yang pengembangannya berkolaborasi denganSumitomo Forestry Indonesia ini menawarkan konsep ‘The Art of Japanese Living’ atau konsep hidup ala Jepang.

Sebagai informasi, sejak tahun 1691, Sumitomo Forestry mulai beroperasi sebagai perusahaan yang mengelola hutan di sekitar tambang tembaga Besshi, Jepang. Saat ini, Sumitomo Forestry telah memiliki dan mengelola sekitar 290.000 hektar di Jepang dan di luar negeri, diantaranya terdapat 172.000 Ha hutan di Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Barat, selain itu, Sumitomo Forestry juga mulai mengembangkan real estate, apartemen, dan bangunan komersial di Amerika, Australia dan di Asia Tenggara, dengan total penyerahan rumah dan apartemen pada tahun 2022 mencapai lebih dari 22.000 unit.

Baca Juga: Australia Investasi Bangun RS Internasional Pertama di Eco Town Sawangan

Sementara GPI adalah perusahaan developer properti asal Semarang yang telah mengembangkan berbagai proyek perumahan, mixed-use development dan lapangan golf. Kedua belah pihak telah menjalin kemitraan selama kurang lebih 32 tahun di industri kayu.

Sertifikat EDGE

Direktur PT Graha Perdana Indah (GPI), Indra Bachtiar mengatakan, Morizono mengusung konsep Green Living inovatif yang dikelilingi dengan kawasan asri dan berwawasan lingkungan serta dilengkapi berbagai perangkat pendukung Smart Home system seperti; Solar Panel, Smart Door Lock, CCTV Outdoor, Smoke Sensor, Alexa Voice Assistant, Smart Light Switch, Smart Doorbell, Smart CCTV Monitoring, Motion Sensor serta Smart Contact Sensor.

Motion Sensor dipergunakan untuk mendeteksi adanya gerakan dan memberikan notifikasi ke aplikasi serta memicu sistem otomasi yang dapat diatur melalui aplikasi smart home. Dengan demikian, selain berfungsi sebagai sistem keamanan, perangkat pendeteksi gerakan ini juga dapat membuat  penggunaan listrik di rumah menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Oasis Central Sudirman Kedepankan Konsep Green and Sustainable Building

Tak hanya itu, Cluster Morizono nantinya juga memiliki fasilitas club house eksklusif sekaligus menjadi cluster pertama di kawasan Gardensat Candi Sawangan yang dilengkapi club house di dalam kawasan dengan fasilitas Smart Gate, Mushola, Kolam Renang dan 24 Hours Security.

“Hal lainnya yang membanggakan, Morizono telah mengantongi Sertifikat EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiencies), yaitu sertifikat yang diberikan oleh International Finance Corporation (IFC) untuk bangunan yang telah memenuhi syarat desain dan konstruksi berkelanjutan,” jelas Indra Bachtiar.

Morizono tidak hanya mendapat pencapaian sertifikasi EDGE biasa, melainkan EDGE ADVANCE, dimana tingkat ADVANCE ini diperoleh dari pencapaian pengurangan energi di atas 40%.

Baca Juga: Merajut Kehidupan yang Lovable & Sustainable di Paramount Petals

Sejalan dengan moto Morizono yaitu “Harmony with Nature“, dengan adanya sertifikasi EDGE ADVANCE preliminary ini, Cluster Morizono telah terverifikasi mampu mengurangi penggunaan energi hingga 68%, konsumsi air hingga 25%, serta upaya dekarbonisasi dari penggunaan material bangunan ramah lingkungan sehingga mampu menghemat embodiedcarbon pada material hingga 24%.  Oleh karena itu dengan tinggal di Morizono, Anda membantu membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik.

Cluster Morizono dikembangkan di atas lahan seluas 5,6 hektar yang merangkum sebanyak 38 unit shop house dan 309 unit rumah, dengan tiga tipe berdasarkan luasan yaitu; Tipe Sumire 6×14 (LB 88 m2 / LT 84 m2), TipeAyame 7×14 (LB 109 m2 / LT 98 m2) danTipeKaede 8×14 (LB 129 m2 / LT 112 m2) serta  2 tipe Shophouse yaitushophouse 2 lantai 7×15 (LB 90 m2 / LT 75 m2) dan 3 Lantai 7×15 (LB 135 m2 / LT 75m2. Sumire, Ayame dan Kaede terinspirasi dari nama pohon atau bunga dalam bahasa Jepang.

Sementara, harga yang ditawarkan mulai dari Rp1,5 miliar, dengan berbagai macam penawaran menarik seperti subsidi biaya KPR, BPHTB, AJB, PPN dan gratis biaya langganan internet selama 1 tahun. Pembangunan Morizono direncanakan akan dilakukan pada Maret 2024 dan serah terima secara bertahap pada 2025 mendatang.

Baca Juga: Joko Suranto: Janji Kesejahteraan Omong Kosong Tanpa Propertinomics

Rumah-rumah yang dikembangkan di Morizono merupakan tipikal rumah 2 lantai yang dilengkapi dengan 3 sampai dengan 3+1 kamar tidur, livingroom, ruang makan, dapur dan balkon. Morizono menargetkan para pembeli rumah pertama dari kalangan milenial dan Generasi Z yang menginginkan tinggal di pemukiman asri berkonsep ramah lingkungan, modern dan lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya.

Fumihide Nakatsu, Vice Presidentof Sumitomo Forestry Indonesia, menuturkan, dengan tinggal di Morizono maka penghuni dapat merasakan pengalaman hidup yang lebih baik dan dekat dengan alam.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda, ISPI Group Rilis Sva Casa Sawangan Seharga Rp1,4 Miliar

“Dengan segala kemudahan baik fasilitas yang lengkap, lokasi yang strategis,  dan bangunan yang tersertifikasi, Saya berharap, Morizono dapat memberikan pengalaman dan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh penghuninya” tutur nya, Sabtu (25/11).

Township Berwawasan Lingkungan     

Gardensat Candi Sawangan merupakan kawasan hunian skala kota mandiri seluas 250 hektar yang berlokasi di selatan Jakarta tepatnya di kawasan Sawangan. Hunian modern berwawasan lingkungan ini hadir sebagai pemukiman asri berkonsep ramah lingkungan dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang gaya hidup terpadu bagi para penghuninya. Hingga saat ini Gardensat Candi Sawangan sudah dihuni lebih dari 1000 kepala keluarga.

Baca Juga: Properti di Alam Sutera Semakin Diminati, Ini Alasannya

Gardensat Candi Sawangan juga berlokasi strategis karena memiliki akses yang mudah dijangkau, diantaranya; hanya selangkah dengan pintu tol Serpong – Cinere Ruas Serpong – Pamulang, yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2). Melalui akses  ini, perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta dapat ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam.

Sementara, akses lainnya melalui ruas Jalan Tol Depok – Antasari yang telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Gardensat Candi Sawangan juga dekat dengan berbagai fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, sekolah, universitas, komersial area, serta rumah sakit. (zh1).

Redaksi@indonesiahousing.id

35 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *