Tampak dalam gambar, (ki-ka): Alvin Andronicus Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominum dan Ferry Salanto Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, berbincang santai di lokasi pembangunan Elevee Condominum, Alam Sutera, Tangerang, Senin (16/10/2023).
INDONESIAHOUSING.ID, Tangerang— MEMASUKI “Tahun Politik” dan menjalang Pemilihan umum (Pemilu) awal 2024, industri properti di tanah air diyakini tidak akan terlalu banyak terpengaruh. Apalagi merujuk pada pengalaman pasar properti pada masa tahun politik sebelumnya, bisnis properti tetap eksis dan menjadi salah satu industri yang dianggap tahan banting.
Meski demikian, diperkirakan tidak semua segmen dalam industri properti mampu bergerak cepat. Pasalnya, hampir semua sektor ekonomi tak terkecuali properti baru saja merasakan pukulan telak akibat dampak Pandemi Covid-19 yang mendera sejak 4 tahun terakhir. Sektor properti seperti ruang perkantoran, area komersial dan pusat belanja, diprediksi masih akan terganggu ritme bisnisnya. Salah satu segmen yang diperkirakan akan bergerak lebih cepat adalah sektor hunian.
Baca Juga: Ekspatriat Datang, Pasar Apartemen Sewa Berangsur Cemerlang
Dana Moneter Internasional atau IMF/International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 sebesar 5,0% yoy atau sama dengan perkiraan tahun 2023. Artinya peluang bertumbuh tetap ada di tahun tahun politik karena merupakan kondisi berpola musiman. Namun bukan berarti kinerja investasi akan berhenti.

Ferry Salanto Senior Associate Director Research Colliers Indonesia mengungkapkan, tahun 2024 sejauh ini diproyeksi sekitar 5% dan tak ada indikasi menurun, atau cukup stabil. Tapi menurutnya, bisnis properti itu memiliki siklus, seperti sebuah jam bergerak ke atas. Selama 3 tahun pergerakkan terhambat karena ada pandemi, dan saat ini untuk hunian berada pada jarum jam di angka 7, siap bergerak ke atas.
“Sektor hunian kita anggap berada di posisi jam 7, dan siap bergerak ke atas. Dan proyek yang menunjukan komitmen dengan progres pembangunan yang selalu bertambah akan lebih banyak dilirik serta dianggap siap menyambut pasar. Artinya saat pasar bergerak maka timing- nya pas,” imbuh Ferry Salnto dalam acara Elevee Media Talk dengan tema “Bagaimana Pasar properti di Tahun Politik” yang diadakan di Alam Sutera, Tangerang (16/10/2023).
Baca Juga: Beroperasinya LRT Jabodebek dan KCJB Diyakini Bakal Dongkrak Industri Properti
Lebih lanjut Ferry menegaskan, kondisi properti sebelumnya tertahan karena efek pandemi, dalam dalam tahun ini (2023) mulai bergerak, perlahan naik. Tapi menurutnya saat ini banyak pengembang menahan pengembangan proyek baru atau lebih hati-hati. Tidak seperti 5 atau 7 tahun lalu, dimana pembangunan apartemen cukup masif.
Meyakinkan Konsumen dengan Progres Pembangunan
Terkait potensi pasar apartemen, Ferry menegaskan bahwa saat ini investor yang karakternya mencari yield saat ini jumlahnya berkurang sejak 2022, dimana pasar apartemen didominasi investor, khususnya kelas menengah atas. “Di tahun 2023, pasarnya beda, pasar apartemen dari data yang kita lakukan pada kuartal II 2023 lalu didominasi oleh end user, mencapai 54%. Mereka membeli karena melihat dari progres proyeknya, atau produk sudah jadi, karena ini lebih confident,” tegasnya.
Selain itu segemen end user menurut Ferry membeli karena ada keperluan untuk dihuni, dan sudah saatnya time to buy’s. “Fakta end user ini diperkuat juga oleh karena data OJK (otoritas Jasa Keuangan), pada akhir tahun lalu saving dana masyarakat di bank meningkat, dan cukup besar. Nah, ini peluang, bagaiamana bisa megedukasi mereka untuk berinvestasi di properti, meyakinkan mereka meyakinkan mereka memindahkan dananya ke apartemen sebagai investasi yang menguntungkan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, secara umum investor properti mempunyai kecenderungan untuk mengambil sikap wait and see atau menunda keputusan investasi. “Meski demikian, ada juga yang justru mengambil peluang ketika harga properti belum naik untuk mengambil opportunity. Kondisi ini berbeda dengan segmen landed house yang tetap kuat,” imbuhnya.
Baca Juga: Alam Sutera Tawarkan Elevee Condominium, Hunian Vertikal dengan Fasilitas Forest Park
Sementara itu, Alvin Andronicus Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominum mengakui, dalam memasarkan hunian vertikal saat ini, perlu strategi khusus dan harus berbeda dengan apa yang ditawarkan pengembang lainnya.
“Seperti yang kami lakukan misalnya, selain memanfaatkan sosial media sebagai alat pemasaran, Elevee Condominium juga secara berkala memberikan informasi terkini terkait progres pembangunan dari 2 tower yang saat ini sedang dibangun. Kami selalu memberikan informasi terkini terkait progress pembangunan Elevee. Di beberapa titik media luar ruang, juga kami buatkan videotron LED untuk memberikan informasi progres pembangunan proyek secara berkala,”terang Alvin.
Lebih lanjut Alvin menjelaskan, di saat proyek-proyek hunian vertikal banyak yang pembangunannya terhenti, tapi Elevee tampil beda dengan terus meng-update progres pembangunannya. Kami yakin, target kami untuk jadwal serah terima Elevee pada awal tahun 2025 akan bisa terealisasi. Tidak hanya itu, Elevee memiliki kekuatan dan karakter yang berbeda karena dikembangkan oleh Alam Sutera di dalam kawasan skala kota yang sudah berkembang,” tegas Alvin. (zh1).

