Usai pandemi Covid-19, kawasan Jabodetabek menjadi motor penggerak bisnis properti. Dari 65% market pasar yang berada di Jabodetabek tersebut, sebagian besar berasal dari produk properti di kawasan Barat Jakarta yakni Tangerang Raya.
JAKARTA, www.indonesiahousing.id — SEKTOR properti di Indonesia masih terbilang berkinerja positif meskipun terdapat tekanan penurunan daya beli. Kondisi ini juga terlihat dari penjualan yang dilakukan para agen properti atau broker properti dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca Pandemi Covid-19.
Presiden Direktur ERA Indonesia Darmadi Darmawangsa mengungkapkan, saat ini pembelian produk properti masih ada di tengah tekanan ekonomi. Adapun sebesar 89% penjualan properti ERA Indonesia didominasi oleh produk properti secondary.
Baca Juga: Kontribusi Alam Sutera Hadirkan Solusi Hunian di Kawasan Aglomerasi
Darmadi optimistis penjualan ERA Indonesia hingga akhir tahun ini dapat mencapai Rp11,4 triliun atau sama seperti realisasi penjualan di tahun 2023. Pada awal tahun 2024, Darmadi menargetkan penjualan yang dapat diraup ERA sepanjang tahun ini dapat tumbuh sebesar 25%.
“Tahun ini 3 bulan terakhir nanti kurang lebih sama seperti tahun lalu sekitar Rp11,4 triliun,” Darmadi, Pengamat Properti yang juga Presiden Direktur ERA Indonesia dalam acara EleVee Media Talk yang diadakan di Alam Sutera, Tangerang, Banten pada Rabu (9/10/2024).
Adapun penjualan ERA Indonesia sebesar 65% berada di Jabodetabek dan didominasi rumah tapak. Menurutnya, usai pandemi Covid-19, kawasan Jabodetabek menjadi motor penggerak bisnis properti. Dari 65% market pasar yang berada di Jabodetabek tersebut, sebagian besar berasal dari produk properti di kawasan Barat Jakarta yakni Tangerang Raya.
Baca Juga: Beroperasinya LRT Jabodebek dan KCJB Diyakini Bakal Dongkrak Industri Properti
Area Tangerang mulai berkembang pada awal tahun 2000-an dimana didominasi banyak pengembangan skala kota yang dimotori kawasan Alam Sutera, Gading Serpong, BSD City hingga Lippo Karawaci. Menurutnya, perkembangan area Tangerang ini bukan hanya karena dibentuk dan diciptakan dengan sengaja namun berhasil menarik minat orang untuk membeli properti dan tinggal di dalamnya.
Diminatinya hunian di Tangerang karena konektivitas infrastruktur dan transportasi umum yang dibangun pemerintah. Selain itu, fasilitas komersial berupa pendidikan, pusat perbelanjaan dan area kuliner yang dibangun oleh pengembang swasta di Barat Jakarta lebih mumpuni dan berkembang pesat jika dibandingkan koridor lainnya. Konektivitas dan fasilitas yang beragam inilah yang menjadi daya tarik koridor barat Jakarta.
“Area Tangerang ini juga didominasi generasi muda dimana kebutuhan properti akan besar karena jika keluarga bertumbuh maka bisnis properti akan positif. Hal ini membuat properti di Tangerang diminati,” katanya.
Baca Juga: Jadi Ujung Tombak Penjualan, Agen Properti dapat Apresiasi dari JSI
Saat ini jumlah populasi masyarakat yang tinggal di Tangerang semakin bertambah dimana berbeda dengan kondisi populasi pada 10 tahun hingga 12 tahun lalu. Hal ini tentu berdampak pada lahan yang semakin terbatas. Keterbatasan lahan di kawasan Tangerang membuat harga properti di area ini mengalami kenaikan setiap tahunnya. Tentunya, membuat hunian vertikal di kawasan Tangerang akan diminati.
Teknologi Digital jadi Marketing Tools Industri Properti
Pada kesempatan yang sama, Alvin Andronicus, Chief Marketing Officer (CMO) EleVee Condominium mengatakan, peran agen properti dalam pemasaran properti itu penting karena perkembangan yang ada cepat dan berubah-ubah dan harus direspon agat tidak ketinggalan.
Karena itu menurut Alvin, saat ini tidak bisa lagi pemasaran dilakukan seadanya hanya mengandalkan database. “Di EleVee kami menyiapkan marketing tools bermacam-macam, salah satunya dalam bentuk video. Kita rutin mendistribusikan video terkait EleVee Condominium kepada agen properti,” ujarnya.
Baca Juga: Elevee Condominium Pastikan Penerapan Prinsip ESG Tidak Sebatas Slogan
Ia juga menambahkan, pemasaran secara digital adalah sebuah keharusan dengan syarat apa yang disampaikan ujungnya memberikan kemudahan. “Namun yang harus terus ditingkatkan oleh setiap agen properti harus memiliki profesionalitas dan kompetensi karena ini akan melahirkan kepercayaan, dari pembeli dan penjual,” imbuh Alvin.
EleVee Condominium sendiri merupakan hunian vertikal premium yang berlokasi di jantung Kota Mandiri Alam Sutera, Tangerang. Seperti disampaikan Alvin, unit apartemen di EleVee yang dikembangkan dalam 2 tower ini sangat diminati konsumen, karena memiliki nilai tambah seperti memiliki fasilitas forest park seluas 4 hektar.
Saat ini menurut Alvin, proses kontruksi dua tower EleVee Condominium akan memasuki proses topping off pada November mendatang. Kita terus kerjar progres pembangunan ini untuk membuktikan pada konsumen karena setelah topping off akan berlanjut pada proses serah terima kunci.
“EleVee itu dipasarkan saat pandemi, untuk itu kita akan wujudkan kepercayaan konsumen yang telah membeli unit di EleVee dengan progres pembangunan yang kian signifikan. Karena ada beberapa hunian vertikal, saat pandemi hingga sekarang terkendala pembangunannya,” tegas Alvin. (zh1).

